Viral Pengawalan Truk Batu Bara di Muratara, Dishub Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf

Viral Pengawalan Truk Batu Bara di Muratara, Dishub Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf

MURATARA, INFODAERAH.MY.ID – Sebuah video berdurasi 1 menit 20 detik yang memperlihatkan penyetopan truk angkutan batu bara oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendadak viral di media sosial.

Video tersebut menuai polemik setelah narasi yang disampaikan menyebut adanya keterlibatan aparat kepolisian dalam pengawalan truk.

Perekam video diketahui merupakan petugas Dishub Muratara, Sidul Hadi. Ia pun akhirnya angkat bicara memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang memicu kesalahpahaman publik.
Dalam keterangannya, Sidul Hadi

menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 1 April 2026 sekitar pukul 02.50 WIB. Saat itu, dirinya bersama rekan-rekan tengah menjalankan tugas pengawasan ketika mendapati iring-iringan truk batu bara melintas dan berupaya menghentikannya.

Namun situasi di lapangan sempat memanas hingga terjadi ketegangan. Dalam kondisi panik, Sidul Hadi merekam kejadian sambil menyebut adanya anggota polisi yang mengawal rombongan truk tersebut.

“Pada saat itu saya dalam keadaan panik dan spontan menyebut polisi. Secara pribadi saya memohon maaf atas pernyataan tersebut yang kemudian viral di media sosial,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, tidak ditemukan adanya keterlibatan anggota kepolisian dari Polres Musi Rawas Utara dalam pengawalan truk tersebut.

Sementara itu, Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama, SH., S.I.K., M.H melalui Kasat Lantas AKP M. Karim menjelaskan bahwa pihaknya telah memanggil dan memeriksa empat petugas Dishub yang berada di lokasi kejadian.

“Pegawai Dishub yang ada dalam video sudah kami panggil untuk klarifikasi. Kami juga telah menelusuri informasi terkait dugaan adanya anggota polisi yang mengawal, namun tidak ditemukan keterlibatan anggota kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian juga telah melakukan pengecekan internal terhadap seluruh personel dan tidak ada yang mengetahui ataupun terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Diduga ada pihak yang mengaku-ngaku sebagai polisi tanpa identitas yang jelas,” tambahnya.

Menurut keterangan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di depan pos penjagaan Dishub Muratara. Saat itu, terdapat sekitar lima unit truk batu bara yang diduga dikawal oleh tiga kendaraan lain.

Ketika diminta berhenti oleh petugas, rombongan truk tersebut tidak mengindahkan dan tetap melaju, sehingga sempat memicu ketegangan di lokasi.

“Informasinya truk tersebut berasal dari Jambi menuju Bengkulu. Setelah kejadian, kendaraan langsung melintas dan keluar dari wilayah Lubuklinggau,” ungkap AKP Karim.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Musi Rawas Utara, Iptu Nasirin, membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut.
“Kami masih melakukan klarifikasi dan pendalaman agar kejadian ini tidak menimbulkan praduga yang keliru di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian akan memastikan seluruh rangkaian kejadian di lapangan, termasuk apakah sempat dilakukan pemeriksaan terhadap muatan truk.
“Kita ingin semuanya jelas, supaya tidak ada asumsi atau tudingan terhadap oknum yang belum tentu benar,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menyampaikan informasi, terutama dalam situasi yang belum sepenuhnya jelas.

Red(ardi.st)

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama