Lima Jembatan Gantung di Muratara Tuntas Dibangun, Akses Warga Pulih Pasca Banjir
MURATARA, infodaerah.my.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dalam memulihkan infrastruktur pasca banjir bandang mulai membuahkan hasil. Hingga akhir tahun 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muratara berhasil menuntaskan pembangunan lima jembatan gantung yang sebelumnya rusak dan terputus akibat bencana alam pada awal 2024 lalu.
Kelima jembatan gantung tersebut berada di Desa Lubuk Kumbung dan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Desa Batu Gajah Kecamatan Rupit, Desa Lesung Batu, serta Desa Muara Kuis Kecamatan Ulu Rawas. Jembatan-jembatan ini merupakan akses vital masyarakat, terutama bagi warga pedesaan yang menggantungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial pada jalur tersebut.
Kepala Dinas PUPR Muratara, Salahudin, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Kesya, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk keseriusan Pemkab Muratara dalam menepati komitmen pembangunan infrastruktur dasar.
“Pembangunan lima jembatan gantung ini menjadi bagian dari janji pemerintah daerah dalam memulihkan akses masyarakat yang sempat terisolasi akibat banjir bandang,” ujar Kesya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, satu jembatan gantung di Desa Lubuk Kumbung dibangun melalui bantuan Gubernur Sumatera Selatan pada tahun anggaran 2025. Sementara empat jembatan lainnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muratara tahun 2025.
“Alhamdulillah, seluruh jembatan yang sempat putus kini sudah rampung dibangun kembali. Ini adalah hasil kerja keras pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat,” jelasnya.
Dengan selesainya pembangunan tersebut, Pemkab Muratara berharap mobilitas warga kembali normal, aktivitas ekonomi desa meningkat, serta konektivitas antarwilayah semakin lancar.
“Di penghujung tahun 2025, seluruh jembatan gantung yang rusak akibat banjir di awal 2024 telah selesai dan kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Kesya juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan tidak hanya mengejar target penyelesaian fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dan kualitas konstruksi agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Pembangunan dilakukan sesuai standar teknis, sehingga jembatan aman dan nyaman dilalui oleh masyarakat,” pungkasnya.
@st